Investasi di Bank Syariah

Senin, 10 Desember 2007

kalo mau buat analogi, HSBC yang punya divisi syariah, ibarat resto jual halal food dan juga non-halal
tinggal hukum dan prosedur syariahnya dijalani secara ketat atau tidak, karena mengemban label syariah ada badan khusus yang mengesahkannya
di sisi lain, contoh, bank muamalat indonesia atau bank syariah mandiri ibarat resto yang hanya menjual makanan halal. hukum dan prosedur syariah tetap sama tetapi kemungkinan subsidi silang dari / ke non-halal adalah mininum

kalo ternyata mirip dengan fungsi waktu, harusnya dalamnya (kalkulasinya detilnya) berbeda walaupun hasil bisa sama karena bank syariah harus berkompetisi dengan bank konvensional. masyarakat umum lebih tertarik dengan hasil akhir, tidak melihat proses di dalam

kalau masalah pembiayaan pinjaman masyarakat, akad perjanjiannya berbeda. bank syariah akan membeli tunai motor/mobil kemudian dimark-up misal 10% baru dibagi jumlah term pembayaran. biaya mark up bisa sama dengan figurnya dengan biaya bunga, tetapi esensi perjanjiannya berbeda. mark up itu untuk margin keuntungan bank.