Melihat http://www.detiknews.com/read/2008/11/11/202333/1035369/10/apa-nggak-malu-punya-pahlawan-seorang-koruptor-gede membuat saya mengecek blognya pkswatch http://pkswatch.blogspot.com/. Antitesis pkswatch bisa dilihat di http://pksmenjawab.multiply.com/.
Ada dua klik besar dalam PKS, kelompok Hidayat Nur Wahid -Tifatul Sembiring dan grup Anis Matta – Soeripto. Yang agresif dan ‘agak sekuler’ (bisa didebat) adalah kelompoknya Anismisme, termasuk pengusung iklan ini. Sepertinya ide ini tidak ditolak HNW-TS karena PKS kehabisan amunisi ide.
Karena iklan dan gerilya di akar rumput, Gerindra dan Hanura menjadi 2 partai baru paling populer. Sementara mesin politik Golkar masih ribut soal capres atau ikut saja sebagai cawapres. PDIP bergerak intensif ke daerah dengan kampanye senyum dan tetap memakai maskot Megawati. Mirip iklan teh celup, siapa dulu dong bapaknya…
Agar kembali populer salah satu cara adalah membuat kontroversi, beriklan atau menyuarakan opini masyarakat. Mungkin PKS sengaja membuat kontroversi, mungkin tidak, tapi sekarang PKS menjadi bahan pembicaraan. Kalau tidak, buat apa email ini dibuat kan? Hehehe…. Apakah dibalik kontroversi itu memang benar meniatkan Soeharto menjadi panutan atau tidak, hanya waktu yang bisa berbicara. Arah politik PKS menjadi tidak jelas, dan lebih pragmatis. Salah seorang teman dari aktvis PKS pernah mengemukakan keresahan orang-orang PKS yang sekarang sering mendapat proyek pemerintah. Jika nanti PKS kalah atau tidak ikut koalisi dalam pemerintahan, proyek-proyek pribadi akan drop dan fasilitas akan ditarik. PKS dibandingkan partai lain, punya citra lebih bersih, tapi tetap tidak imun terhadap godaan.
Perang opini masih berlangsung. Mari kita lihat sejenak sambil mencermati yang akan kita pilih nanti.
Pertarungan politik baru dimulai kawan!
Ditulis oleh yudanto 

