Rahmatan lil ‘alamin

Senin, 10 Desember 2007

Lihat saat KKK-TBH dikalahkan pasangan Jepang? Saat-saat akhir di set terakhir Rexy yang biasanya masih mengawasi anak latihannya terlihat menunduk. Sementara itu pasangan Malaysia sering melakukan kesalahan sendiri. Sepertinya Rexy yang tahu kekuatan dan kelemahan KKK-TBH sudah tahu mereka akan kalah. Taktik dari Jepang sepertinya berhasil menguras tenaga pasangan Mal dengan membiarkan bola-bola tinggi diambil KKK-TBH.

Kalau kita melihat Rexy secara Indonesia, kita bisa saja berkata dia tidak nasionalis atau tidak patriotik. Tetapi secara profesional dia luar biasa. Melihat kesempatan dan penghargaan di Indonesia tidak sebanding dengan yang diharapkan, dia melanglang buana. Motivasinya bisa uang, aktualisasi, popularitas, penghargaan dll. PBSI sendiri juga menyadari bahwa mereka kurang menghargai pemain-pemainnya dan Rexy sedang dicoba untuk melatih di Indonesia.

Apakah Rexy sudah mempratekkan rahmatan lil-alamin? Bakat dan talenta itu asalnya dari Allah dan harus dipergunakan sebaik-baiknya untuk rahmat semesta alam tanpa membatasi keluarga / RT-RW / perusahaan / negara? Mungkin.

Sekarang ini negara-negara berbentuk nation state, dibentuk dengan paham kebangsaan. Paham kebangsaan ini dibuat untuk menyatukan satu negara dengan persamaan bangsa atau kumpulan suku-suku bangsa. Suku-suku bangsa bisa bersatu karena merasa dijajah oleh penjajah yang sama. Kalau mengacu kasus Indonesia, negara kesatuan bisa terjadi karena suku-suku bangsa dijajah Belanda. Selain itu Sriwijaya dan Majapahit juga diacu sebagai bentuk negara kesatuan yang kalau dipikir mereka itu negara penjajah juga.

Dari benang merah tadi jelas peran negara penjajah dalam menyatukan atau memisahkan orang-orang jajahannya. Misalnya orang Serawak dengan orang Kalimantan. Secara teritori, bahasa dan budaya mereka hampir sama. Karena yang satu dijajah Inggris yang lain oleh Belanda, mereka akhirnya terpisah. Pengaruh penjajah masih kuat walaupun penjajahnya sendiri sudah kabur sejak 50 th / 62 th yang lalu.

Pengaruh negara dan kebangsaan sangat kuat karena negaralah yang mengatur segalanya. Kalau dibandingkan ini agak berbeda saat kekhalifahan Turki saat antar sultan di nusantara masih ada silahturahmi. Paham kebangsaan dan nasionalisme masih dikalahkan ikatan agama.

Kalau kita melihat Malaysia sebagai negara yang orang-orangnya sering memandang rendah ke kita, salah satunya adalah kemakmuran bernegara mereka sementara negara agak terseok sejak krisis 1997. Tetapi biasanya kesombongan akan ada balasannya, langsung ataupun tidak langsung. Perihal balasan kesombongan itu sudah ada yang mengatur. Dari sikap pribadi kita, karena kita melihat Malaysia sesuatu yang terpisah dan orang-orangnya sok, akhirnya kita bersikap anti. Ini akan mempengaruhi psikologi kita, kita saling membandingkan dan membuat kita bersikap agresif. Ibarat dua benda yang tidak bisa bersatu, kita akan selalu menganggap Malaysia adalah sesuatu yang di luar. Pegang boleh, makan jangan. Kita tidak akan enjoy walaupun ini juga punya nilai positif mendorong kita untuk maju.

Kenapa tidak kita coba pendekatan lain? Anggaplah Malaysia ini adalah saudara-saudara kita yang terpisah karena dijajah oleh penjajah yang berbeda dari penjajah kita. Dengan sikap ini kita akan menerima Malaysia sebagai bagian dari kita dan mulai memperlakukan mereka sebagai manusia. Kalau ada yang sok, memang di Indonesia tidak ada yang sok? Kalau ada yang berat sebelah, memang tidak ada di Jakarta? Kalau ada yang menyiksa pembantu, memang di Indonesia tidak ada? Mereka dan kita adalah manusia yang punya nafsu, kesombongan, harga diri dan pendapat.

Saya ingat film Kungfu saat David Caradine masuk lubang yang berisi beberapa harimau. Filosofinya adalah dengan menganggap harimau sebagai bagian dari David, harimau tidak akan menyakitinya dan David tidak menyakiti harimau karena mereka adalah satu. Damai.

Jadi kalau nanti ada yang pergi dari Malaysia, kembali ke Indonesia atau pindah negara lain, janganlah ragu-ragu, karena kita seharusnya menjadi rahmatan-lil’alamin di setiap tempat kita berada (jangan lupa ajak2 :D ).

Mudah berucap, susah dikerjakan.


Prediksi Politik

Senin, 10 Desember 2007

Saya prediksi, akan sedikit terjadi “kekacauan politik” tahun depan, faktornya adalah pemilihan umum.
Kaum pembangkang (oposisi) dimotori oleh Anwar Ibrahim sementara terpendamnya kecemburuan ras akan meletup. Disini akan banyak kambing hitam yang dimainkan, salahsatunya ada INDOnesians yang akan jadi tumpuan bantuan ras Melayu tetapi juga sasaran kemarahan kalau terjadi kerusuhan sosial seperti tahun 1969 di Malaysia.

Kita lihat saja nanti.


Tamburman

Selasa, 4 Desember 2007

Tamburman, originally uploaded by yudanto.

Taken in Ikano during CNY 2007.