Ada Apa dengan PKS?

Rabu, 12 November 2008

Melihat http://www.detiknews.com/read/2008/11/11/202333/1035369/10/apa-nggak-malu-punya-pahlawan-seorang-koruptor-gede membuat saya mengecek blognya pkswatch http://pkswatch.blogspot.com/. Antitesis pkswatch bisa dilihat di http://pksmenjawab.multiply.com/.

Ada dua klik besar dalam PKS, kelompok Hidayat Nur Wahid -Tifatul Sembiring dan grup Anis Matta – Soeripto. Yang agresif dan ‘agak sekuler’ (bisa didebat) adalah kelompoknya Anismisme, termasuk pengusung iklan ini. Sepertinya ide ini tidak ditolak HNW-TS karena PKS kehabisan amunisi ide.

Karena iklan dan gerilya di akar rumput, Gerindra dan Hanura menjadi 2 partai baru paling populer. Sementara mesin politik Golkar masih ribut soal capres atau ikut saja sebagai cawapres. PDIP bergerak intensif ke daerah dengan kampanye senyum dan tetap memakai maskot Megawati. Mirip iklan teh celup, siapa dulu dong bapaknya…

Agar kembali populer salah satu cara adalah membuat kontroversi, beriklan atau menyuarakan opini masyarakat. Mungkin PKS sengaja membuat kontroversi, mungkin tidak, tapi sekarang PKS menjadi bahan pembicaraan. Kalau tidak, buat apa email ini dibuat kan? Hehehe…. Apakah dibalik kontroversi itu memang benar meniatkan Soeharto menjadi panutan atau tidak, hanya waktu yang bisa berbicara. Arah politik PKS menjadi tidak jelas, dan lebih pragmatis. Salah seorang teman dari aktvis PKS pernah mengemukakan keresahan orang-orang PKS yang sekarang sering mendapat proyek pemerintah. Jika nanti PKS kalah atau tidak ikut koalisi dalam pemerintahan, proyek-proyek pribadi akan drop dan fasilitas akan ditarik. PKS dibandingkan partai lain, punya citra lebih bersih, tapi tetap tidak imun terhadap godaan.

Perang opini masih berlangsung. Mari kita lihat sejenak sambil mencermati yang akan kita pilih nanti.

Pertarungan politik baru dimulai kawan!


Ayat-Ayat Cinta: Tanpa Klimaks Penuh

Rabu, 12 Maret 2008

Sudah 2 seminggu yang lalu saya menonton Ayat-Ayat Cinta, kesimpulan saya: film tanpa klimaks. Novelnya sendiri belum selesai dibaca.

Cerita dimulai dari sosok Fahri sebagai mahasiswa Al-Azhar yang ngetop di kalangan mahasiswa dan mahasiswi Indonesia Al-Azhar. Kemudian cerita mengerucut kepada tiga tokoh utama: Fahri, Maria and Aisha. Secara kilas balik Fahri bertemu Maria pertama kali pada saat Fahri mencari alamat kosnya sementara Maria tinggal dalam flat yang sama. Sementara Aisha berjumpa Fahri ketika ada kejadian dalam bis saat pulang dari kuliah. Aisha sendiri keturunan Jerman tapi tidak mempunyai logat Jerman dalam berbahasa Arab, mungkin ada keterbatasan pemeran. Ada lagi Nurul aktivis mahasiswi Indonesia yang jatuh hati diam-diam. Satu lagi figur perempuan: Noura.

Klimaks mulai dibangun ketika Fahri menolong Noura dari kekejaman ayah. Dengan pertolongan Maria, Nurul dan intel kenalan Fahri, ditemukanlah ibu kandung Noura. Setelah itu berturutan kejadian Fahri ditawarkan calon istri oleh guru talaqi-nya yang ternyata calon itu adalah Aisha. Setelah pernikahan selesai ada problem lagi tentang kebanggaan seorang suami yang melihat sang istri jauh lebih kaya. Segala hal dimanjakan oleh istri dari tempat tinggal mewah, mobil mewah sampai makan malam mewah.

Maria yang sedih menangis tersedu-sedu karena ditinggal nikah Fahri, keluar malam dari rumah dan ditrabrak lari oleh sebuah mobil. Di saat bersamaan Fahri ditangkap polisi karena dituduh memperkosa Noura. Konflik batin Fahri dalam tahanan digambarkan agak detil. Permainan musik latar belakang dimainkan oleh sutradara dengan apik. Kadang hening, kadang musik background ramai, kadang berbisik. Rasanya gejolak batin Fahri digambarkan oleh musik. Sementara itu penggambaran batin Aisha hanya selintas. Lebih banyak diwakili tangis.

Suasana pengadilan Fahri kurang megah dan menggigit. Pengacara dari KBRI untuk Fahri kurang dalam menjiwai peran pengacara, mungkin harusnya pengacara beneran yang berakting. Kesimpulan pengadilan: Fahri akan dihukum mati. Aisha ingin mengajukan Maria sebagai saksi tetapi Maria masih sakit. Disini klimaks mulai dibangun. Aisha minta Fahri menikahi Maria agar Maria terbangun dari koma dan bisa menjadi saksi. Bisa ditebak, Fahri menjadi suami beristri dua. Upacara pernikahan berjalan sendu dan sepertinya dibuat sebagai klimaks awal. Kemudian Maria bersaksi dan Fahri bebas. Penggambaran kesaksian Maria, pengakuan Noura, dan keputusan hakim dibuat cukup bagus dengan musik membahana. Saya yang belum pernah membaca bukunya berpikir, selesailah sang film. Ternyata cerita masih bersambung dengan kehidupan Fahri dengan 2 istri. Ada lucunya dan pedihnya. Klimaks terakhir dibangun lagi dengan akhir Maria meninggal tanpa menyebutkan sebabnya. Apa harus baca bukunya untuk tahu penyebabnya?

Akhir film mirip film India dengan penggambaran Fahri dan Aisha di gurun bergandengan tangan dengan musik di latar belakang sementara seolah di dimensi lain, Maria juga berdiri di padang pasir.

Secara naratif sepertinya sutradara mencoba menerjemahkan cerita semirip mungkin dengan aslinya walaupun jadi mengorbankan klimaks cerita. Bahasa dalam film yang berganti antara bahasa Mesir (Arab/Urdu?) dan bahasa Indonesia secara mulus berhasil ditampilkan oleh sutradara. Dubbing dan casting dari para pemeran dan figuran cukup bagus. Untuk yang mau menonton film ini mungkin sebaiknya baca bukunya dulu.


Cerita Mobil Nasional Indonesia

Rabu, 23 Januari 2008

Dulu tahun 1995 pemerintah mengeluarkan kebijakan mobil nasional. Harapan industri mobil adalah meneruskan dan mengembangkan produksi yang sudah ada dengan menambah local content. Calon kuat adalah toyota kijang dengan local content saat itu lebih dari 60%. Ternyata Tommy Suharto dengan Timor-nya menyalip dari belakang. Saham-saham otomotif Indonesia langsung jatuh dan pasaran mobil turun drastis. Semuanya menunggu ‘mobil nasional’. Saat itu di Astra terkenal isu mobil setan. Mobilnya belum ada, tapi membuat penjualan mobil menurun drastis, terutama kijang dan sedan level pemula.

Setelah Timor keluar dan modelnya tidak sesuai harapan, penjualan mobil kembali normal.Bambang Soeharto yang iri dengan lobi Tommy, ikut meluncurkan Cakra dengan fasilitas pemerintah seperti diskon pajak dan lain-lain. Walaupun banyak eks Astra pindah ke perusahaan produsen Timor dan Cakra, penjualan dua mobil tersebut tidak sesuai harapan. Stok menumpuk dan penjualan tidak seberapa bagus.

Tahun 1997 pemerintah menempatkan Bob Hasan sebagai presiden komisaris Astra International. Isu berhembus bahwa Astra akan di-BUMN-kan. Produk baru New Kijang diluncurkan dan sukses di pasar. Ternyata Juli 1997 krisis moneter dimulai yang membuat program mobnas terlupakan. Dalam krismon itu, hampir semua perusahaan Indonesia menderita termasuk Astra. Rini Suwandi yang mengambil alih posisi dirut setelah Teddy Rahmat pensiun meminta prinsipal Toyota dan Daihatsu ikut membantu. Prinsipal tidak sepenuhnya membantu. Akhirnya tahun 1998, Astra memutuskan untuk divestasi dari pabrikasi otomotif dan fokus ke distribusi. Astra survive dan berhasil melewati krisis.

Karena divestasi dari pabrikasi maka kontrol terhadap desain dan produksi melemah. Tahun 2005, Toyota Kijang versi Indonesia dihentikan dan diganti Toyota Innova. Di Indonesia, agar mudah diterima konsumen, Innova ditumpangkan ke merek Kijang menjadi Toyota Kijang Innova. Praktis desain Innova berasal dari Jepang 100%. Tamatlah Toyota Kijang Indonesia. Yang tinggal adalah divisi spare-part dan pelayanannya. Sementara Daihatsu Espass yang desainnya berasal dari Indonesia harus mengganti namanya, kembali ke tipe sebelumnya: Daihatsu Carry. Walau demikian, desain Espass tetap dipertahankan.

Itulah sekelumit cerita mobnas Indonesia. Silakan berkomentar.


Alhamdulillah Indonesiaku

Selasa, 11 Desember 2007

Ada yang bisa kasih berita positif?

Saya coba:
1. IHSG tembus ke titik tertinggi tahun ini sekitar 2600, KLSE cuman setengahnya: 1300-an
Biasanya pasar modal merupakan indikator ekonomi yang menggambarkan prospek masa depan

2. Banyaknya band-band baru muncul, menandakan kreatifitas musik tidak pernah mati di Indonesia. Apalagi di bulan Ramadhan, banyak pilihan untuk mendengarkan lagu-lagu religius. Sempat lihat sinetron Pencari Tuhan di SCTV. Salah satu yang terbaik yang saya bilang, mengajarkan aplikasi ketuhanan di kalangan orang-orang awam tanpa suasana mistik atau pameran kemewahan.

3. Yang sempat balik Jakarta, silakan coba Nasi Bakar. Trend baru makanan rakyat setelah gelombang brownies kukus. Enak dan murah. Dunia masakan dan keanekaragaman tata boga memang sukar ditandingi. Masakan bisa ditiru tetapi penemuan resep tidak bisa dilakukan. Variasi masakan Indonesia setanding dengan Thailand, Perancis dan Jepang.

4. Nokia N810, programmer sistemnya orang Indonesia. Dibajak langsung dari Bogor untuk pindah ke Finlandia. Terbukti daya pikir orang Indonesia tidak bisa diremehkan.

5. Selain GSM ada CDMA. Malaysia mana ada? Teknologi wireless Indonesia lebih beraneka ragam.

Silakan yang lain.


Rahmatan lil ‘alamin

Senin, 10 Desember 2007

Lihat saat KKK-TBH dikalahkan pasangan Jepang? Saat-saat akhir di set terakhir Rexy yang biasanya masih mengawasi anak latihannya terlihat menunduk. Sementara itu pasangan Malaysia sering melakukan kesalahan sendiri. Sepertinya Rexy yang tahu kekuatan dan kelemahan KKK-TBH sudah tahu mereka akan kalah. Taktik dari Jepang sepertinya berhasil menguras tenaga pasangan Mal dengan membiarkan bola-bola tinggi diambil KKK-TBH.

Kalau kita melihat Rexy secara Indonesia, kita bisa saja berkata dia tidak nasionalis atau tidak patriotik. Tetapi secara profesional dia luar biasa. Melihat kesempatan dan penghargaan di Indonesia tidak sebanding dengan yang diharapkan, dia melanglang buana. Motivasinya bisa uang, aktualisasi, popularitas, penghargaan dll. PBSI sendiri juga menyadari bahwa mereka kurang menghargai pemain-pemainnya dan Rexy sedang dicoba untuk melatih di Indonesia.

Apakah Rexy sudah mempratekkan rahmatan lil-alamin? Bakat dan talenta itu asalnya dari Allah dan harus dipergunakan sebaik-baiknya untuk rahmat semesta alam tanpa membatasi keluarga / RT-RW / perusahaan / negara? Mungkin.

Sekarang ini negara-negara berbentuk nation state, dibentuk dengan paham kebangsaan. Paham kebangsaan ini dibuat untuk menyatukan satu negara dengan persamaan bangsa atau kumpulan suku-suku bangsa. Suku-suku bangsa bisa bersatu karena merasa dijajah oleh penjajah yang sama. Kalau mengacu kasus Indonesia, negara kesatuan bisa terjadi karena suku-suku bangsa dijajah Belanda. Selain itu Sriwijaya dan Majapahit juga diacu sebagai bentuk negara kesatuan yang kalau dipikir mereka itu negara penjajah juga.

Dari benang merah tadi jelas peran negara penjajah dalam menyatukan atau memisahkan orang-orang jajahannya. Misalnya orang Serawak dengan orang Kalimantan. Secara teritori, bahasa dan budaya mereka hampir sama. Karena yang satu dijajah Inggris yang lain oleh Belanda, mereka akhirnya terpisah. Pengaruh penjajah masih kuat walaupun penjajahnya sendiri sudah kabur sejak 50 th / 62 th yang lalu.

Pengaruh negara dan kebangsaan sangat kuat karena negaralah yang mengatur segalanya. Kalau dibandingkan ini agak berbeda saat kekhalifahan Turki saat antar sultan di nusantara masih ada silahturahmi. Paham kebangsaan dan nasionalisme masih dikalahkan ikatan agama.

Kalau kita melihat Malaysia sebagai negara yang orang-orangnya sering memandang rendah ke kita, salah satunya adalah kemakmuran bernegara mereka sementara negara agak terseok sejak krisis 1997. Tetapi biasanya kesombongan akan ada balasannya, langsung ataupun tidak langsung. Perihal balasan kesombongan itu sudah ada yang mengatur. Dari sikap pribadi kita, karena kita melihat Malaysia sesuatu yang terpisah dan orang-orangnya sok, akhirnya kita bersikap anti. Ini akan mempengaruhi psikologi kita, kita saling membandingkan dan membuat kita bersikap agresif. Ibarat dua benda yang tidak bisa bersatu, kita akan selalu menganggap Malaysia adalah sesuatu yang di luar. Pegang boleh, makan jangan. Kita tidak akan enjoy walaupun ini juga punya nilai positif mendorong kita untuk maju.

Kenapa tidak kita coba pendekatan lain? Anggaplah Malaysia ini adalah saudara-saudara kita yang terpisah karena dijajah oleh penjajah yang berbeda dari penjajah kita. Dengan sikap ini kita akan menerima Malaysia sebagai bagian dari kita dan mulai memperlakukan mereka sebagai manusia. Kalau ada yang sok, memang di Indonesia tidak ada yang sok? Kalau ada yang berat sebelah, memang tidak ada di Jakarta? Kalau ada yang menyiksa pembantu, memang di Indonesia tidak ada? Mereka dan kita adalah manusia yang punya nafsu, kesombongan, harga diri dan pendapat.

Saya ingat film Kungfu saat David Caradine masuk lubang yang berisi beberapa harimau. Filosofinya adalah dengan menganggap harimau sebagai bagian dari David, harimau tidak akan menyakitinya dan David tidak menyakiti harimau karena mereka adalah satu. Damai.

Jadi kalau nanti ada yang pergi dari Malaysia, kembali ke Indonesia atau pindah negara lain, janganlah ragu-ragu, karena kita seharusnya menjadi rahmatan-lil’alamin di setiap tempat kita berada (jangan lupa ajak2 :D ).

Mudah berucap, susah dikerjakan.


Minaret of Salman Mosque

Selasa, 4 Desember 2007

Minaret of Salman Mosque, originally uploaded by yudanto.

Taken when I visited Bandung.