Lagu Gratis, CD Bayar

Jumat, 25 April 2008

Dengan banyaknya album mp3 bajakan dan download dari internet, kita mempunyai pilihan untuk mengoleksi lagu yang kita suka. Beberapa pertimbangan membeli album asli adalah:

1. kita menyukai musisinya

2. kualitas suara lebih bagus

3. souvenir

Alasan nomer satu cenderung ke selera dan pasar, sementara nomer dua tergantung sistem audio pendengar. Kalau sistemnya bagus, dan biasanya mahal, suara akan jauh lebih bagus. Nomer tiga merupakan peluang yang harus dijajaki oleh musisi dan produser.

Penghasilan musisi lebih besar didapat dari konser, sponsor dan kegiatan di luar rekaman. Rekamannya sendiri merupakan indikator kesuksesan artis dan biasanya proporsinya lebih kecil dari kegiatan non-rekaman. Kalau demikian, mengapa penjualan album tidak digratiskan saja? Bisa lewat internet, atau menyalin dari toko musik. Kalau lagunya terdengar di setiap tempat, itulah yang namanya populer. Undangan konser, temu muka penggemar, ring tone, atau iklan akan menyusul kemudian. Untuk penggemar yang menginginkan kualitas audio yang bagus, musisi dapat merekamkan album dalam bentuk CD, SACD atau DVD-Audio. Album CD juga bisa menjadi souvenir dari musisi untuk penggemarnya dengan gambar-gambar para personil, souvenir, kode akses khusus ke situs penggemar dan lain-lain. Ini adalah bentuk lain dari penghargaan musisi terhadap penggemar yang membeli album asli.

Dengan model bisnis musik seperti di atas, faktor kesuksesannya adalah promosi dan penyebaran album secara digital. Tim marketing jadi pembuka jalan, sementara tim produksi melakukan negosiasi dengan perusahaan rekaman dan perusahaan cendera mata menyiapkan album sebagai souvenir.

Bisa dicoba!


Key Influencer

Minggu, 20 April 2008

Biasanya key influencer adalah early adaptor. Seorang laggard tidak mungkin jadi influencer, karena fase lifecycle produk itu sudah matang.

Untuk jadi early adaptor ada resiko yang harus ditanggung kalau barang yang direfer atau dipakai jelek, misal uang terbuang, circle of influence mengecil atau dikritik. Kalau barangnya bagus, pengaruhnya makin meluas, termasukkepopulerannya. Ketahuan bagus jeleknya barang juga relatif tergantung budaya dan produk. Konsumen dan produsen perlu key influencer ini. Dari pihak produsen, jelas key influencer akan membuat barangnya lebih mudah terjual, sementara konsumen dan follower akan melihat review sebelum membeli. Selain review, pengaruh bisa ditularkan lewat inisiasi dan obrolan warung kopi. Contohnya bisa dilihat di posting pak BR.


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.