Misteri Gunung Salak

Kamis, 10 Mei 2012

Banyak kecelakaan di Gunung Salak, dari kecelakaan pesawat sampai manusia. Yang terbaru adalah jatuhnya pesawat Sukhoi. Beberapa catatan kecelakaan yang bisa dilihat balik:

http://www.tempo.co/read/news/2012/05/10/173402885/p-Sukhoi-dan-Kuburan-Pesawat-di-Gunung-Salak
“Berada di ketinggian 2.211 meter, kawasan Gunung Salak dikenal sebagai lokasi jatuhnya sejumlah pesawat. Berikut ini datanya:
- 10 Oktober 2002 Pesawat Trike bermesin PKS 098 jatuh di Lido, Bogor. Korban: 1 tewas.
- 29 Oktober 2003 Helikopter Sikorsky S-58T Twinpac TNI AU jatuh di Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor. Korban: 7 tewas.
- 15 April 2004 Pesawat paralayang Red Baron GT 500 milik Lido Aero Sport jatuh di Desa Wates Jaya, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor. Korban: 2 tewas.
- 20 Juni 2004 Pesawat Cessna 185 Skywagon jatuh di Danau Lido, di Cijeruk, Bogor. Korban: 5 tewas.
- Juni 2008 Pesawat Casa 212 TNI AU jatuh di Gunung Salak di ketinggian 4.200 kaki dari permukaan laut. Korban: 18 tewas.
- 30 April 2009 Pesawat latih Donner milik Pusat Pelatihan Penerbangan Curug jatuh di Kampung Cibunar, Desa Tenjo, Kecamatan Tenjo, Kabupaten Bogor.
Korban: 3 tewas.”

http://nasional.infogue.com/enam_pendaki_gunung_salak_ditemukan
“Keenam mahasiswa itu diduga masuk melalui jalur “tikus” di Cimelati, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, karena sejak awal Januari hingga akhir Februari 2010 jalur pendakian ke Gunung Salak ditutup karena faktor cuaca. Menurut Tomex, pihaknya telah menyiapkan ambulan dan untuk mendukung proses evakuasi diterjunkan 21 anggota kepolisian yang siaga di lokasi. Tomex menjelaskan, posisi enam mahasiswa tersebut ketika ditemukan berada pada 2.100 meter di atas permukaan laut (mdpl), dengan jarak tempuh menuju lokasi evakuasi lima jam.”

http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/493663/
“Di kawasan inilah pada April 1987 silam, tujuh siswa STM Pembangunan, Jakarta Timur, ditemukan tewas setelah terperosok ke jurang di Curug Orok yang berkedalaman sekitar 400 meter di punggung gunung berketinggian sekitar 1.600 m.”

Salah satu ciri gunung ini adalah tebalnya kabut dan cuaca yang tidak terduga. Kabut ini bisa menghalangi para pendaki dan pilot pesawat. Saya pernah mendaki gunung ini sekitar tahun 1985. Kabutnya memang tebal. Dan ada anjing kecil liar yang selalu mengikuti kami dari awal perjalanan, istirahat sampai pulang keesokan harinya. Anjiing itu karena tidak mengganggu kami biarkan saja. Dan anjing itu juga ternyata terkenal di kalangan pendaki, sering mengikuti beberapa pendaki. Pada saat mendengar kecelakaan pendakian tahun 1987, berita dari sesama pendaki, sang anjing sudah tidak ada kabarnya sejak 1986. Beberapa keariflan lokal yang harus ditaati oleh pendaki adalah, jangan kencing sembarangan, jangan membuat kerusakan yang tidak perlu dan tidak menyakiti binatang. Secara logika mungkin agak susah menghubungkan kearifan lokal, dan kecelakaan pesawat di gunung Salak. Yang jelas, mari hormati alam dan bumi kita.

salam
yudanto


Ada Apa dengan PKS?

Rabu, 12 November 2008

Melihat http://www.detiknews.com/read/2008/11/11/202333/1035369/10/apa-nggak-malu-punya-pahlawan-seorang-koruptor-gede membuat saya mengecek blognya pkswatch http://pkswatch.blogspot.com/. Antitesis pkswatch bisa dilihat di http://pksmenjawab.multiply.com/.

Ada dua klik besar dalam PKS, kelompok Hidayat Nur Wahid -Tifatul Sembiring dan grup Anis Matta – Soeripto. Yang agresif dan ‘agak sekuler’ (bisa didebat) adalah kelompoknya Anismisme, termasuk pengusung iklan ini. Sepertinya ide ini tidak ditolak HNW-TS karena PKS kehabisan amunisi ide.

Karena iklan dan gerilya di akar rumput, Gerindra dan Hanura menjadi 2 partai baru paling populer. Sementara mesin politik Golkar masih ribut soal capres atau ikut saja sebagai cawapres. PDIP bergerak intensif ke daerah dengan kampanye senyum dan tetap memakai maskot Megawati. Mirip iklan teh celup, siapa dulu dong bapaknya…

Agar kembali populer salah satu cara adalah membuat kontroversi, beriklan atau menyuarakan opini masyarakat. Mungkin PKS sengaja membuat kontroversi, mungkin tidak, tapi sekarang PKS menjadi bahan pembicaraan. Kalau tidak, buat apa email ini dibuat kan? Hehehe…. Apakah dibalik kontroversi itu memang benar meniatkan Soeharto menjadi panutan atau tidak, hanya waktu yang bisa berbicara. Arah politik PKS menjadi tidak jelas, dan lebih pragmatis. Salah seorang teman dari aktvis PKS pernah mengemukakan keresahan orang-orang PKS yang sekarang sering mendapat proyek pemerintah. Jika nanti PKS kalah atau tidak ikut koalisi dalam pemerintahan, proyek-proyek pribadi akan drop dan fasilitas akan ditarik. PKS dibandingkan partai lain, punya citra lebih bersih, tapi tetap tidak imun terhadap godaan.

Perang opini masih berlangsung. Mari kita lihat sejenak sambil mencermati yang akan kita pilih nanti.

Pertarungan politik baru dimulai kawan!


Zakat dan Pajak

Rabu, 25 Juni 2008

Pajak itu ibarat upeti. Jaman kerajaan dulu, ekonom kerajaan akan memperkirakan kekayaan dan transaksi daerah bawahan, kemudian ditentukan jumlah harta yang harus disetorkan ke raja per tahunnya. Imbalannya adalah keamanan dan kesejahteraan gemah ripah loh jinawi tata tentrem kertaraharja (maunya). Ternyata sejarah kerajaan nusantara penuh pengkhianatan dan kudeta.

Saya belum dapat data yang pasti, tapi pernah baca, semenjak kerajaan islam, sistem upeti mulai diubah. Pembayaran dikenakan ke personal. Untuk yang muslim atau mau masuk islam, mereka diwajibkan zakat maal, tidak usah bayar upeti. Untuk non-muslim, mereka harus bayar pajak, besaran zakat berlipat lebih besar dari pajak. Tidak ada istilah daerah jajahan, semuanya dianggap sama.

Walaupun sudah ada agenda upeti/zakat yang jelas, tetap ada kecemburuan antar pemerintah daerah dan pusat, dan tetap saja ada kudeta dan pecah belah.

Sistem perpajakan Malaysia lumayan bagus, zakat bisa jadi rebat, kalau kita ubah semua pajak jadi zakat juga boleh. Zaman mahathir, dia tidak mengenakan pajak makanan / minuman. Yang saya ingat prinsipnya Malaysia perlu uang, bukan lewat pajak, tapi lewat perputaran uang dan efisiensi perdagangan.

Indonesia sudah mulai ada deduksi pajak lewat zakat, tapi saya tidak pernah dengar ada teman yang bisa dapat retur pajak karena zakat. Mungkin ada yang bisa sharing.

Orang pajak sendiri mungkin mempunyai stigma bahwa tiap orang / pengusaha ingin menipu pajak, sementara orang awam kebanyakan beranggapan orang pajak cenderung kurang jujur. Harusnya ini bisa diselesaikan dengan transparansi pajak dan penggunaannya. BPK sebagai auditor negara belum bisa menembus dinas pajak. Nanti terkaget-kaget lebih daripada kagetnya BPK masuk BP Migas.

Paling bagus pakai sistem zakat untuk muslim dan pajak untuk non-muslim. Top dah kalau begini!


Dakwah Kampus ITB Akhir ’80-an Awal ’90-an dan Syiah

Rabu, 30 April 2008

Di awal 1990-an aktivitas dakwah di Kampus ITB terbagi atas 2 mainstream, kelompok progresif dan kelompok revivalis. Kalau dipetakan, kelompok progresif punya kesepahaman dengan PAN, sementara revivalis dengan PKS. Teman-teman dari dua kelompok juga akhirnya bergabung dengan kedua partai itu setelah menjadi alumni. Embrio-embrio aktifis dakwah muncul dari didirikannya LDM, lembaga dakwah mahasiswa di masjid Salman oleh bang Imaduddin AbdulRahim sekitar 1970-an. LDM ini didirikan karena kampus dibekukan oleh penguasa jaman itu dan para aktifis keluar dari kampus. Ada yang ke masjid Salman, ada mendirikan LSM, dan ada yang apatis.
Setelah bergiat di luar kampus, pertengahan 1980-an aktifis masjid Salman berpikir pentingnya mendirikan organisasi dakwah di kampus.Lahirlah Keluarga Mahasiswa Islam (GAMAIS) yang digawangi dedengkot dakwah dari tiap jurusan di ITB. Lahirnya GAMAIS menggoyang stabilitas kampus yang dikuasai mahasiswa beraliran sosialis. Persaingan politik kampus meledak di tahun 1988 ketika mahasiswa baru diminta senior-seniornya mengadakan acara Iota Tau Beta. Friksi di tingkat senior antara lembaga-lembaga politik merembet ke angkatan terbaru.Kampus terbagi dua dan susah bersatu kembali.

Allah bertindak secara misteri.

Demo 5 Juli Agustus 1989 menolak kedatangan Menpen Mendagri Rudini saat membuka penataran mahasiswa baru1989 membawa para pemimpin mahasiswa ke penjara. Ada seorang yang dikenal berpaham sosial sekuler, berubah total menjadi sufi yang zuhud. Pacarnya ikut memakai jilbab dan tak lama kemudian mereka menikah setelah sang lelaki keluar dari penjara.

Di sisi lain kehadiran GAMAIS mulai diperhitungkan. Benih-benih gerakan yang berkiblat kepada Ikhwanul Muslimin dan Hasan al-Banna mulai timbul di permukaan sementara aktifis dakwah progresif tetap memakai saluran-saluran mentoring masjid Salman – GAMAIS sebagai tempat pembinaan kader-kader. Akhirnya berujung dua pemahaman besar dalam GAMAIS yang tergambar dalam alotnya pemilihan kepala keluarga dan diskusi-diskusi yang hangat.

Paham Syiah yang dipimpin Jalaludin Rahmat mulai marak dan beberapa aktifis dakwah progresif tertarik untuk menyelami lebih lanjut. Dengan lembaga yang didirkan di daerah Kiara Condong, kang Jalal berupaya mempopulerkan pemikiran-pemikirannya dan lewat Mizan, karya-karyanya mulai dibicarakan orang. Pemikiran Syiah modern seperti Ali Syariat laku di kalangan mahasiswa. Dari segi logika dan filsafat, Syiah termasuk unggul karena beberapa ilmuwannya berpikiran bahwa untuk melawan Barat, logika harus dilawan logika. Praktis paham revivalis dan progresif mainstream tidak dilihat Syiah (modern) sebagai musuh. Musuh bersama adalah kebiudayaan Barat. Entah kalau musuh bersama ini sudah tunduk.

Dalam kampus Syiah hanya dibicarakan sebatas diskusi untuk memperkaya analisa kondisi umat Islam internasional, dan pembicaraan tidak menyentuh politikisasi kampus. Dari cerita ngalor-ngidul di atas, sepertinya Syiah bukan ancaman selama masih ada musuh bersama: kebudayaan Barat yang memiskinkan orang dan mengeksploitasi negara-negara berkembang.


Ayat-Ayat Cinta: Tanpa Klimaks Penuh

Rabu, 12 Maret 2008

Sudah 2 seminggu yang lalu saya menonton Ayat-Ayat Cinta, kesimpulan saya: film tanpa klimaks. Novelnya sendiri belum selesai dibaca.

Cerita dimulai dari sosok Fahri sebagai mahasiswa Al-Azhar yang ngetop di kalangan mahasiswa dan mahasiswi Indonesia Al-Azhar. Kemudian cerita mengerucut kepada tiga tokoh utama: Fahri, Maria and Aisha. Secara kilas balik Fahri bertemu Maria pertama kali pada saat Fahri mencari alamat kosnya sementara Maria tinggal dalam flat yang sama. Sementara Aisha berjumpa Fahri ketika ada kejadian dalam bis saat pulang dari kuliah. Aisha sendiri keturunan Jerman tapi tidak mempunyai logat Jerman dalam berbahasa Arab, mungkin ada keterbatasan pemeran. Ada lagi Nurul aktivis mahasiswi Indonesia yang jatuh hati diam-diam. Satu lagi figur perempuan: Noura.

Klimaks mulai dibangun ketika Fahri menolong Noura dari kekejaman ayah. Dengan pertolongan Maria, Nurul dan intel kenalan Fahri, ditemukanlah ibu kandung Noura. Setelah itu berturutan kejadian Fahri ditawarkan calon istri oleh guru talaqi-nya yang ternyata calon itu adalah Aisha. Setelah pernikahan selesai ada problem lagi tentang kebanggaan seorang suami yang melihat sang istri jauh lebih kaya. Segala hal dimanjakan oleh istri dari tempat tinggal mewah, mobil mewah sampai makan malam mewah.

Maria yang sedih menangis tersedu-sedu karena ditinggal nikah Fahri, keluar malam dari rumah dan ditrabrak lari oleh sebuah mobil. Di saat bersamaan Fahri ditangkap polisi karena dituduh memperkosa Noura. Konflik batin Fahri dalam tahanan digambarkan agak detil. Permainan musik latar belakang dimainkan oleh sutradara dengan apik. Kadang hening, kadang musik background ramai, kadang berbisik. Rasanya gejolak batin Fahri digambarkan oleh musik. Sementara itu penggambaran batin Aisha hanya selintas. Lebih banyak diwakili tangis.

Suasana pengadilan Fahri kurang megah dan menggigit. Pengacara dari KBRI untuk Fahri kurang dalam menjiwai peran pengacara, mungkin harusnya pengacara beneran yang berakting. Kesimpulan pengadilan: Fahri akan dihukum mati. Aisha ingin mengajukan Maria sebagai saksi tetapi Maria masih sakit. Disini klimaks mulai dibangun. Aisha minta Fahri menikahi Maria agar Maria terbangun dari koma dan bisa menjadi saksi. Bisa ditebak, Fahri menjadi suami beristri dua. Upacara pernikahan berjalan sendu dan sepertinya dibuat sebagai klimaks awal. Kemudian Maria bersaksi dan Fahri bebas. Penggambaran kesaksian Maria, pengakuan Noura, dan keputusan hakim dibuat cukup bagus dengan musik membahana. Saya yang belum pernah membaca bukunya berpikir, selesailah sang film. Ternyata cerita masih bersambung dengan kehidupan Fahri dengan 2 istri. Ada lucunya dan pedihnya. Klimaks terakhir dibangun lagi dengan akhir Maria meninggal tanpa menyebutkan sebabnya. Apa harus baca bukunya untuk tahu penyebabnya?

Akhir film mirip film India dengan penggambaran Fahri dan Aisha di gurun bergandengan tangan dengan musik di latar belakang sementara seolah di dimensi lain, Maria juga berdiri di padang pasir.

Secara naratif sepertinya sutradara mencoba menerjemahkan cerita semirip mungkin dengan aslinya walaupun jadi mengorbankan klimaks cerita. Bahasa dalam film yang berganti antara bahasa Mesir (Arab/Urdu?) dan bahasa Indonesia secara mulus berhasil ditampilkan oleh sutradara. Dubbing dan casting dari para pemeran dan figuran cukup bagus. Untuk yang mau menonton film ini mungkin sebaiknya baca bukunya dulu.


Amien dan PKS

Rabu, 9 Januari 2008
Kasak-kusuk waktu itu para intel menekan PKS supaya mendukung Wiranto. Kalau tidak, akan ada pembusukan nama partai. Sebenarnya dalam PKS, banyak unsur juga, dari orang harakah kampus, ilmuwan sampai golongan-golongan yang diundang masuk PKS. Total dari perolehan suara PKS, hanya 10% yang kader inti dan fanatik. Lainnya adalah simpatisan, limpahan partai islam lain dan PAN. Yang 10% ini terbagi dan dibagi antara klik HNW dan AM/Suripto. Nah, AM/Suripto ini yang terus mendebat perlunya mendukung AR pada saat itu. Di sisi lain, perolehan suara yang melonjak buat PKS, membuat gamang para pemimpinnya. Mau dibawa kemana persentase suara yang cukup besar itu. Akhirnyalah, dukungan terhadap AR mundur sampai 3 bulan. Walaupun sempat main bola bersama, publikasi dukungan belum sampai sepenuhnya ke akar rumput.
Untuk pilpres selanjutnya, calon yang sudah pasti adalah SBY dan JK. Amien Rais, Megawati dan Gus Dur kemungkinan sudah tinggal melihat saja. Mungkin ada unsur kejutan dari PKS, PAN, PKB dan PDIP. Gosipnya, kalau Sutrisno Bahir jadi capres, cawapresnya adalah: Nia Paramita…..hehehehe…..

TKI Sebagai Katalisator

Rabu, 9 Januari 2008

Ada beberapa alasan politis TKI lebih disukai di Malaysia
1. Komposisi ras Malay-Cina-India secara nasional masih dominan Melayu, tetapi di kota-kota besar, populasi Cina mulai menyusul Malay. Belum lagi ditambah kekuatan ekonomi ras Cina, praktis Malay hanya memegang kendali pemerintahan. Dengan masuknya TKI, diharapkan komposisi ras tidak banyak berubah, bahkan bisa memperkuat dominasi politik Malay. Karena tingkat pendidikan yang rendah dari pekerja asing, tingkat keresahan sosial naik, apalagi banyak bos dan tauke yang berbuat curang. Kejahatan ikut naik selain sumbangsih TKI juga orang Malaysia (Malay, Cina dan India) yang tidak bekerja. Mereka tergoda memakai jalan pintas daripada bekerja berat di perkebunan, proyek pembangunan dan kerja kasar. Walaupun pemerintah Malaysia memulangkan banyak TKI illegal, masalah tidak terpecahkan karena pelaku kejahatan banyak juga dari orang lokal.

2. Sekarang dengan banyaknya pekerja asing dari Myanmar, Laos dan Vietnam, keributan sering terjadi, baik antar pekerja asing atau pekerja dengan bosnya. Mereka yang dari kawasan Indocina lebih nekat dan agresif menentang majikan. Komposisi agama dan ras secara nasional juga mulai berubah karena pemulangan TKI dan banyaknya pekerja Indocina.

3. Beberapa ketegangan ras yang coba diredam mulai tidak bisa dikontrol. Ini terjadi karena kebebasan informasi dan ketimpangan sosial yang mulai terlihat. Setelah ringgit di lepas dari dollar, inflasi mulai naik. Bunga mulai naik. Ada beberapa kalangan yang diuntungkan tetapi juga banyak yang tidak diuntungkan. Situasinya mulai seperti Indonesia akhir 80-an awal 90′an. Selama perut kenyang, politik bisa diabaikan. Jika makanan mulai susah dicari, orang-orang terpikir untuk merombak politik. Akhirnya ada beberapa ketidakpuasan terhadap pemerintah yang disuarakan secara bawah tanah. Biasanya suara ini berupa keirian terhadap fasilitas Malay atau kecemburuan terhadap tingkat sosial Cina.

Secara keseluruhan, TKI diperlukan untuk jadi katalisator konflik antar ras disini selain jadi kambing hitam kalau ada ketidakberesan.

Komentar dipersilaken.


Zakat Maal (3)

Selasa, 11 Desember 2007

Lembaga swadaya masyarakat yang mempelopori penggunaan zakat untuk pemberdayaan ekonomi adalah Dompet Dhuafa. Didirikan oleh kelompok Republika, yang setelah beberapa tahun berpisah dan menjadi mandiri. Ini segera diikuti oleh beberapa lembaga lain seperti Pos Keadilan Umat yang mempunyai hubungan historik dengan PK/PKS dan Portal Infaq yang didirikan beberapa professional di daerah segitiga emas Jakarta. Tantangan mereka bukan mendapatkan dana, tetapi malah menyalurkan dana. Penyaluran dana diseleksi dengan hati-hati dengan melihat konsistensi dan akuntabilitas penyelenggaranya. Contoh beberapa penyaluran dana: kegiatan mahasiswa muslim, modal kerja pengusaha kecil islam, pelatihan manajemen UKM dll.

Lembaga zakat yang bagus adalah yang memberikan pelaporan kepada donornya. Biasanya Dompet Dhuafa akan mengirimkan laporan tahunannya kepada donor-donornya. Portal Infaq malah dalam situsnya mempunyai fasilitas forum sehingga para donor bisa berinteraksi antara mereka dan dengan penyelenggara zakat. Inovasi seperti Portal Infaq inilah yang dalam satu segi Indonesia lebih maju daripada Malaysia dalam hal interaksi dan feedback.


Zakat Maal (2)

Selasa, 11 Desember 2007

Apakah penghasilan Januari masuk perhitungan?

Tidak karena penghasilan Januari baru mengendap 11 bulan. Kalau di akhir tahun 2006 punya 50 juta dan selama setahun tidak pernah berkurang maka zakat 2007 dihitung 1/40 dari 50 juta. Kalau dengan sisa gaji 5 jt per bulan dan di akhir 2007 menjadi 110 juta, maka ini buat perhitungan 2008. Jadi bill statement akhir tahun atau pass book print akhir tahun sangat penting. Jika ternyata hilang dan lupa ingat saja garis besarnya dan dibulatkan ke atas, misal 50.345.678 bagusnya dihitung 51 jt gitu.

Harta adalah semua milik kita termasuk rumah dan mobil?

Harta untuk zakat opini saya adalah liquid asset. Saham dan mata uang asing itu termasuk liquid tetapi rumah, mobil dan tanah tidak. Liquiditas diukur dari seberapa mudahnya menjual di harga pasar. Mobil / motor tidak dianggap karena tidak mudah dijual, istilahnya sudah capitalized. Jika ada penghasilan dari fixed asset tadi berupa liquid asset, maka liquid asset yang dipakai. Saya pakai istilah liquid asset bukan current asset, karena current asset mencakup stock/inventory menurut saya tidak masuk perhitungan.

Di luar itu ada juga ada istilah khumus, zakat pendapatan. Ini dipotong dari pendapatan bersih tiap bulan. Ada beberapa pendapat bahwa khumus ini untuk orang yang berpenghasilan tinggi dan profesional. Definisi penghasilan tinggi harus dilihat lagi, misalnya dalam strata penghasilan, dia termasuk 20% penghasilan tertinggi dalam lingkup negara. Ini tidak menutup orang biasa mengaplikasikannya.


Zakat Maal

Selasa, 11 Desember 2007

zakat apa nih? zakat maal ya?

prinsipnya mudah saja, 1/40 dari harta yang terendap selama setahun untuk jumlah harta yang masuk nisab
perhitungannya agak rumit kalo kita punya portofolio harta/investasi yang beraneka ragam

1. tabungan
hitung jumlah tabungan terendah selama setahun
misal bulan januari 1000 RM, juli 2000 rm, desember 1500 rm, maka yang diambil yg terendah yaitu 1000 rm

2. forex
kita mau bayar dalam mata uang apa? misal rupiah
kalau kita punya tabungan dalam mata uang lain, harus dikonversi dulu ke rupiah
untuk melihat rate, cari rate yang membuat konversi ke rupiah paling rendah, itu yang dipakai
misal januari 1 rm = 2500 rupiah, agustus 1 rm = 2400, pakai yang 2400, rate resmi ada di BNM, BI-nya malaysia
kalo mau bayar dalam ringgit juga boleh, karena keuntungannya ini akan mengurangi pembayaran pajak
rate yg dipakai berarti 1 rm = 2500 untuk mengkonversi rupiah ke ringgit

3.saham, sama saja, cari harga saham terendah dalam tahun itu

4. tanah / rumah: menghasilkan atau tidak
pendapat saya, kalau tanah/rumah tidak menghasilkan tidak perlu zakat
kalo ada penghasilan, penghasilannya masuk tabungan kita, dan dihitung sesuai nomer 1

5. emas
kalau dipakai, keluar dari perhitungan
kalau tidak dipakai, masuk perhitungan jumlah harta di nomer 1

mungkin yang lain bisa menambahkan

untuk kalkulator zakat yang pernah saya lihat, hanya menghitung jumlah penghasilan bersih setelah dipotong pengeluaran harian, tidak cukup detail.
terserah pakai cara yang sesuai, yang penting, bayarlah zakat


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.