Priyayi yang Entrepreneur

Kamis, 3 Maret 2011

Rabu, 2 Maret 2011, siang hari saya memasuki rumah di kawasan Menteng. Cukup besar. Dipenuhi nuansa jawa dan kayu jati. Dinding dan interior rumah tertempel asesori Jawa. Ada lukisan orang berbaju keraton.

Itu rumah ibu Mooryati Soedibyo, pendiri Mustika Ratu.

Dia mengadakan acara bertemu muka dengan komunitas bisnis Tangan Di Atas. Dia berbagi cerita awal memulai perjalanan bisnisnya. Dia yang berlatar belakang priyayi dulunya sempat dihalangi berjualan karena akan melunturkan budaya keraton. Keluarga, kerabat, latar belakang pendidikan tidak mendukung dia.

Tapi dia tetap maju. Semangat pantang mundur.

Mulai bisnis di usia yang tidak muda. Mulai dari usaha rumahan berpegawai 2 orang. Sekarang menjadi 3500-an orang. Melewati hantaman krisis 1997-1998 dengan membuat produk baru untuk menerobos pasar Jepang. Menjadikan korporasinya milik publik. Menyerahkan kepemimpinan ke generasi kedua.

Di usia yang lebih dari 3/4 abad tapi masih sehat dan bersemangat dan tetap berkegiatan. Keanggotaan MPR sudah pernah dijalaninya. Sekarang menjadi anggota World Entrepreneurship Forum. Suatu pencapaian yang luar biasa yang dimulai dengan transformasi seorang priyayi dan sekarang menjadi entrepreneur berskala internasional.

Itu ibu Mooryati Soedibyo.


Ada Apa dengan PKS?

Rabu, 12 November 2008

Melihat http://www.detiknews.com/read/2008/11/11/202333/1035369/10/apa-nggak-malu-punya-pahlawan-seorang-koruptor-gede membuat saya mengecek blognya pkswatch http://pkswatch.blogspot.com/. Antitesis pkswatch bisa dilihat di http://pksmenjawab.multiply.com/.

Ada dua klik besar dalam PKS, kelompok Hidayat Nur Wahid -Tifatul Sembiring dan grup Anis Matta – Soeripto. Yang agresif dan ‘agak sekuler’ (bisa didebat) adalah kelompoknya Anismisme, termasuk pengusung iklan ini. Sepertinya ide ini tidak ditolak HNW-TS karena PKS kehabisan amunisi ide.

Karena iklan dan gerilya di akar rumput, Gerindra dan Hanura menjadi 2 partai baru paling populer. Sementara mesin politik Golkar masih ribut soal capres atau ikut saja sebagai cawapres. PDIP bergerak intensif ke daerah dengan kampanye senyum dan tetap memakai maskot Megawati. Mirip iklan teh celup, siapa dulu dong bapaknya…

Agar kembali populer salah satu cara adalah membuat kontroversi, beriklan atau menyuarakan opini masyarakat. Mungkin PKS sengaja membuat kontroversi, mungkin tidak, tapi sekarang PKS menjadi bahan pembicaraan. Kalau tidak, buat apa email ini dibuat kan? Hehehe…. Apakah dibalik kontroversi itu memang benar meniatkan Soeharto menjadi panutan atau tidak, hanya waktu yang bisa berbicara. Arah politik PKS menjadi tidak jelas, dan lebih pragmatis. Salah seorang teman dari aktvis PKS pernah mengemukakan keresahan orang-orang PKS yang sekarang sering mendapat proyek pemerintah. Jika nanti PKS kalah atau tidak ikut koalisi dalam pemerintahan, proyek-proyek pribadi akan drop dan fasilitas akan ditarik. PKS dibandingkan partai lain, punya citra lebih bersih, tapi tetap tidak imun terhadap godaan.

Perang opini masih berlangsung. Mari kita lihat sejenak sambil mencermati yang akan kita pilih nanti.

Pertarungan politik baru dimulai kawan!


Zakat dan Pajak

Rabu, 25 Juni 2008

Pajak itu ibarat upeti. Jaman kerajaan dulu, ekonom kerajaan akan memperkirakan kekayaan dan transaksi daerah bawahan, kemudian ditentukan jumlah harta yang harus disetorkan ke raja per tahunnya. Imbalannya adalah keamanan dan kesejahteraan gemah ripah loh jinawi tata tentrem kertaraharja (maunya). Ternyata sejarah kerajaan nusantara penuh pengkhianatan dan kudeta.

Saya belum dapat data yang pasti, tapi pernah baca, semenjak kerajaan islam, sistem upeti mulai diubah. Pembayaran dikenakan ke personal. Untuk yang muslim atau mau masuk islam, mereka diwajibkan zakat maal, tidak usah bayar upeti. Untuk non-muslim, mereka harus bayar pajak, besaran zakat berlipat lebih besar dari pajak. Tidak ada istilah daerah jajahan, semuanya dianggap sama.

Walaupun sudah ada agenda upeti/zakat yang jelas, tetap ada kecemburuan antar pemerintah daerah dan pusat, dan tetap saja ada kudeta dan pecah belah.

Sistem perpajakan Malaysia lumayan bagus, zakat bisa jadi rebat, kalau kita ubah semua pajak jadi zakat juga boleh. Zaman mahathir, dia tidak mengenakan pajak makanan / minuman. Yang saya ingat prinsipnya Malaysia perlu uang, bukan lewat pajak, tapi lewat perputaran uang dan efisiensi perdagangan.

Indonesia sudah mulai ada deduksi pajak lewat zakat, tapi saya tidak pernah dengar ada teman yang bisa dapat retur pajak karena zakat. Mungkin ada yang bisa sharing.

Orang pajak sendiri mungkin mempunyai stigma bahwa tiap orang / pengusaha ingin menipu pajak, sementara orang awam kebanyakan beranggapan orang pajak cenderung kurang jujur. Harusnya ini bisa diselesaikan dengan transparansi pajak dan penggunaannya. BPK sebagai auditor negara belum bisa menembus dinas pajak. Nanti terkaget-kaget lebih daripada kagetnya BPK masuk BP Migas.

Paling bagus pakai sistem zakat untuk muslim dan pajak untuk non-muslim. Top dah kalau begini!


Perang Harga MAS vs AirAsia

Selasa, 6 Mei 2008

Senin, 5 Mei 2008, di harian the Star MAS mengumumkan tarif tiket nol untuk tujuan domestik dalam negeri Malaysia. Tentu saja ada biaya tambahan untuk administrasi, pajak bandara dan ongkos bahan bakar. Iklannya sendiri sudah muncul di AXN dan TV3 sehari sebelumnya.

Esoknya, 6 Mei 2008, di harian yang sama, AirAsia membalas dengan pernyataan akan membayar perbedaan tarif jika tarif MAS lebih murah. Ditambah AirAsia akan berkampanye bahwa tiket mereka akan lebih murah daripada nol.

Saya mensimulasi harga tiket untuk satu orang dewasa dengan rute Kuala Lumpur – Johor Baru pulang pergi pada tanggal 10 Juni – 15 Juni 2008. Beberapa hal disamakan agar perbandingan sejajar: membawa koper bagasi satu buah dan mendapat makanan di pesawat.

Struktur harga dari MAS:

Ticket fare : MYR 0
Passenger service charge: MYR 18
Surcharge : MYR 134

Total : MYR 152

Untuk AirAsia perincian harganya adalah

Going out total 59.50 MYR

1 Guest: 15.00 MYR
Airport tax: 6.00 MYR
Administration fee: 22.50 MYR
Fuel surcharge: 16.00 MYR

Coming back total 62.50 MYR

1 Guest: 15.00 MYR
Airport tax: 9.00 MYR
Administration fee: 22.50 MYR
Fuel surcharge: 16.00 MYR

Services and Fees 20.00 MYR

Checked Baggage Handling Fee 3.00 MYR
N.Lemak/N.Briyani 7.00 MYR
Checked Baggage Handling Fee 3.00 MYR
N.Lemak/N.Briyani 7.00 MYR

Total Package price: 142.00 MYR

Total harga 142 belum termasuk minum. Dengan anggapan harga 1 botol teh adalah MYR 5, maka total paket AirAsia menjadi 147. Dengan selisih 5 ringgit saya akan memilih MAS dengan pelayanan dan suasana kabin pesawat yang lebih bagus. Kemudahan berangkat dari KLIA juga salah satu faktor yang membuat MAS lebih favorit.

Simulasi ini dilakukan saat AirAsia masih memakai tarif lama yang kemungkinan belum diubah sesuai kampanye harga di bawah nol. Kita lihat saja ke depan persaingan dua maskapai penerbangan ini.

Update:

Jika karena dalam pesawat MAS tidak disediakan makanan dan minuman, maka selisih antara MAS (152 MYR) dan AirAsia (122 MYR) melebar menjadi 30 ringgit. Konsumen tinggal memutuskan apakah 30 ringgit ini cukup berharga untuk beralih ke AirAsia.


Dakwah Kampus ITB Akhir ’80-an Awal ’90-an dan Syiah

Rabu, 30 April 2008

Di awal 1990-an aktivitas dakwah di Kampus ITB terbagi atas 2 mainstream, kelompok progresif dan kelompok revivalis. Kalau dipetakan, kelompok progresif punya kesepahaman dengan PAN, sementara revivalis dengan PKS. Teman-teman dari dua kelompok juga akhirnya bergabung dengan kedua partai itu setelah menjadi alumni. Embrio-embrio aktifis dakwah muncul dari didirikannya LDM, lembaga dakwah mahasiswa di masjid Salman oleh bang Imaduddin AbdulRahim sekitar 1970-an. LDM ini didirikan karena kampus dibekukan oleh penguasa jaman itu dan para aktifis keluar dari kampus. Ada yang ke masjid Salman, ada mendirikan LSM, dan ada yang apatis.
Setelah bergiat di luar kampus, pertengahan 1980-an aktifis masjid Salman berpikir pentingnya mendirikan organisasi dakwah di kampus.Lahirlah Keluarga Mahasiswa Islam (GAMAIS) yang digawangi dedengkot dakwah dari tiap jurusan di ITB. Lahirnya GAMAIS menggoyang stabilitas kampus yang dikuasai mahasiswa beraliran sosialis. Persaingan politik kampus meledak di tahun 1988 ketika mahasiswa baru diminta senior-seniornya mengadakan acara Iota Tau Beta. Friksi di tingkat senior antara lembaga-lembaga politik merembet ke angkatan terbaru.Kampus terbagi dua dan susah bersatu kembali.

Allah bertindak secara misteri.

Demo 5 Juli Agustus 1989 menolak kedatangan Menpen Mendagri Rudini saat membuka penataran mahasiswa baru1989 membawa para pemimpin mahasiswa ke penjara. Ada seorang yang dikenal berpaham sosial sekuler, berubah total menjadi sufi yang zuhud. Pacarnya ikut memakai jilbab dan tak lama kemudian mereka menikah setelah sang lelaki keluar dari penjara.

Di sisi lain kehadiran GAMAIS mulai diperhitungkan. Benih-benih gerakan yang berkiblat kepada Ikhwanul Muslimin dan Hasan al-Banna mulai timbul di permukaan sementara aktifis dakwah progresif tetap memakai saluran-saluran mentoring masjid Salman – GAMAIS sebagai tempat pembinaan kader-kader. Akhirnya berujung dua pemahaman besar dalam GAMAIS yang tergambar dalam alotnya pemilihan kepala keluarga dan diskusi-diskusi yang hangat.

Paham Syiah yang dipimpin Jalaludin Rahmat mulai marak dan beberapa aktifis dakwah progresif tertarik untuk menyelami lebih lanjut. Dengan lembaga yang didirkan di daerah Kiara Condong, kang Jalal berupaya mempopulerkan pemikiran-pemikirannya dan lewat Mizan, karya-karyanya mulai dibicarakan orang. Pemikiran Syiah modern seperti Ali Syariat laku di kalangan mahasiswa. Dari segi logika dan filsafat, Syiah termasuk unggul karena beberapa ilmuwannya berpikiran bahwa untuk melawan Barat, logika harus dilawan logika. Praktis paham revivalis dan progresif mainstream tidak dilihat Syiah (modern) sebagai musuh. Musuh bersama adalah kebiudayaan Barat. Entah kalau musuh bersama ini sudah tunduk.

Dalam kampus Syiah hanya dibicarakan sebatas diskusi untuk memperkaya analisa kondisi umat Islam internasional, dan pembicaraan tidak menyentuh politikisasi kampus. Dari cerita ngalor-ngidul di atas, sepertinya Syiah bukan ancaman selama masih ada musuh bersama: kebudayaan Barat yang memiskinkan orang dan mengeksploitasi negara-negara berkembang.


Lagu Gratis, CD Bayar

Jumat, 25 April 2008

Dengan banyaknya album mp3 bajakan dan download dari internet, kita mempunyai pilihan untuk mengoleksi lagu yang kita suka. Beberapa pertimbangan membeli album asli adalah:

1. kita menyukai musisinya

2. kualitas suara lebih bagus

3. souvenir

Alasan nomer satu cenderung ke selera dan pasar, sementara nomer dua tergantung sistem audio pendengar. Kalau sistemnya bagus, dan biasanya mahal, suara akan jauh lebih bagus. Nomer tiga merupakan peluang yang harus dijajaki oleh musisi dan produser.

Penghasilan musisi lebih besar didapat dari konser, sponsor dan kegiatan di luar rekaman. Rekamannya sendiri merupakan indikator kesuksesan artis dan biasanya proporsinya lebih kecil dari kegiatan non-rekaman. Kalau demikian, mengapa penjualan album tidak digratiskan saja? Bisa lewat internet, atau menyalin dari toko musik. Kalau lagunya terdengar di setiap tempat, itulah yang namanya populer. Undangan konser, temu muka penggemar, ring tone, atau iklan akan menyusul kemudian. Untuk penggemar yang menginginkan kualitas audio yang bagus, musisi dapat merekamkan album dalam bentuk CD, SACD atau DVD-Audio. Album CD juga bisa menjadi souvenir dari musisi untuk penggemarnya dengan gambar-gambar para personil, souvenir, kode akses khusus ke situs penggemar dan lain-lain. Ini adalah bentuk lain dari penghargaan musisi terhadap penggemar yang membeli album asli.

Dengan model bisnis musik seperti di atas, faktor kesuksesannya adalah promosi dan penyebaran album secara digital. Tim marketing jadi pembuka jalan, sementara tim produksi melakukan negosiasi dengan perusahaan rekaman dan perusahaan cendera mata menyiapkan album sebagai souvenir.

Bisa dicoba!


Anugerah Planet Muzik 2008, Ada Apa?

Minggu, 20 April 2008

Ada apa di APM 2008, sampai Arman berkata bahwa di belakang panggung ada gosip kurang mengenakkan?

Ada apa sampai Sarah Sechan bilang bahwa di APM hanya ada musik berkualitas dan cinta?

Mungkin karena para pemenang didominasi dari tuan rumah, yang sepertinya belum pantas untuk menang. Mungkin saya yang tidak update dengan dunia musik Malaysia, tetapi kalau dari iklan, video klip, dering tone, hampir tidak pernah terdengar lagu musisi Malaysia. Rasanya musik Malaysia tidak beraneka seperti musik Indonesia. Kalah keanekeragaman, kalah kualitas.

Salam Damai.


Key Influencer

Minggu, 20 April 2008

Biasanya key influencer adalah early adaptor. Seorang laggard tidak mungkin jadi influencer, karena fase lifecycle produk itu sudah matang.

Untuk jadi early adaptor ada resiko yang harus ditanggung kalau barang yang direfer atau dipakai jelek, misal uang terbuang, circle of influence mengecil atau dikritik. Kalau barangnya bagus, pengaruhnya makin meluas, termasukkepopulerannya. Ketahuan bagus jeleknya barang juga relatif tergantung budaya dan produk. Konsumen dan produsen perlu key influencer ini. Dari pihak produsen, jelas key influencer akan membuat barangnya lebih mudah terjual, sementara konsumen dan follower akan melihat review sebelum membeli. Selain review, pengaruh bisa ditularkan lewat inisiasi dan obrolan warung kopi. Contohnya bisa dilihat di posting pak BR.


Ayat-Ayat Cinta: Tanpa Klimaks Penuh

Rabu, 12 Maret 2008

Sudah 2 seminggu yang lalu saya menonton Ayat-Ayat Cinta, kesimpulan saya: film tanpa klimaks. Novelnya sendiri belum selesai dibaca.

Cerita dimulai dari sosok Fahri sebagai mahasiswa Al-Azhar yang ngetop di kalangan mahasiswa dan mahasiswi Indonesia Al-Azhar. Kemudian cerita mengerucut kepada tiga tokoh utama: Fahri, Maria and Aisha. Secara kilas balik Fahri bertemu Maria pertama kali pada saat Fahri mencari alamat kosnya sementara Maria tinggal dalam flat yang sama. Sementara Aisha berjumpa Fahri ketika ada kejadian dalam bis saat pulang dari kuliah. Aisha sendiri keturunan Jerman tapi tidak mempunyai logat Jerman dalam berbahasa Arab, mungkin ada keterbatasan pemeran. Ada lagi Nurul aktivis mahasiswi Indonesia yang jatuh hati diam-diam. Satu lagi figur perempuan: Noura.

Klimaks mulai dibangun ketika Fahri menolong Noura dari kekejaman ayah. Dengan pertolongan Maria, Nurul dan intel kenalan Fahri, ditemukanlah ibu kandung Noura. Setelah itu berturutan kejadian Fahri ditawarkan calon istri oleh guru talaqi-nya yang ternyata calon itu adalah Aisha. Setelah pernikahan selesai ada problem lagi tentang kebanggaan seorang suami yang melihat sang istri jauh lebih kaya. Segala hal dimanjakan oleh istri dari tempat tinggal mewah, mobil mewah sampai makan malam mewah.

Maria yang sedih menangis tersedu-sedu karena ditinggal nikah Fahri, keluar malam dari rumah dan ditrabrak lari oleh sebuah mobil. Di saat bersamaan Fahri ditangkap polisi karena dituduh memperkosa Noura. Konflik batin Fahri dalam tahanan digambarkan agak detil. Permainan musik latar belakang dimainkan oleh sutradara dengan apik. Kadang hening, kadang musik background ramai, kadang berbisik. Rasanya gejolak batin Fahri digambarkan oleh musik. Sementara itu penggambaran batin Aisha hanya selintas. Lebih banyak diwakili tangis.

Suasana pengadilan Fahri kurang megah dan menggigit. Pengacara dari KBRI untuk Fahri kurang dalam menjiwai peran pengacara, mungkin harusnya pengacara beneran yang berakting. Kesimpulan pengadilan: Fahri akan dihukum mati. Aisha ingin mengajukan Maria sebagai saksi tetapi Maria masih sakit. Disini klimaks mulai dibangun. Aisha minta Fahri menikahi Maria agar Maria terbangun dari koma dan bisa menjadi saksi. Bisa ditebak, Fahri menjadi suami beristri dua. Upacara pernikahan berjalan sendu dan sepertinya dibuat sebagai klimaks awal. Kemudian Maria bersaksi dan Fahri bebas. Penggambaran kesaksian Maria, pengakuan Noura, dan keputusan hakim dibuat cukup bagus dengan musik membahana. Saya yang belum pernah membaca bukunya berpikir, selesailah sang film. Ternyata cerita masih bersambung dengan kehidupan Fahri dengan 2 istri. Ada lucunya dan pedihnya. Klimaks terakhir dibangun lagi dengan akhir Maria meninggal tanpa menyebutkan sebabnya. Apa harus baca bukunya untuk tahu penyebabnya?

Akhir film mirip film India dengan penggambaran Fahri dan Aisha di gurun bergandengan tangan dengan musik di latar belakang sementara seolah di dimensi lain, Maria juga berdiri di padang pasir.

Secara naratif sepertinya sutradara mencoba menerjemahkan cerita semirip mungkin dengan aslinya walaupun jadi mengorbankan klimaks cerita. Bahasa dalam film yang berganti antara bahasa Mesir (Arab/Urdu?) dan bahasa Indonesia secara mulus berhasil ditampilkan oleh sutradara. Dubbing dan casting dari para pemeran dan figuran cukup bagus. Untuk yang mau menonton film ini mungkin sebaiknya baca bukunya dulu.


Cerita Mobil Nasional Indonesia

Rabu, 23 Januari 2008

Dulu tahun 1995 pemerintah mengeluarkan kebijakan mobil nasional. Harapan industri mobil adalah meneruskan dan mengembangkan produksi yang sudah ada dengan menambah local content. Calon kuat adalah toyota kijang dengan local content saat itu lebih dari 60%. Ternyata Tommy Suharto dengan Timor-nya menyalip dari belakang. Saham-saham otomotif Indonesia langsung jatuh dan pasaran mobil turun drastis. Semuanya menunggu ‘mobil nasional’. Saat itu di Astra terkenal isu mobil setan. Mobilnya belum ada, tapi membuat penjualan mobil menurun drastis, terutama kijang dan sedan level pemula.

Setelah Timor keluar dan modelnya tidak sesuai harapan, penjualan mobil kembali normal.Bambang Soeharto yang iri dengan lobi Tommy, ikut meluncurkan Cakra dengan fasilitas pemerintah seperti diskon pajak dan lain-lain. Walaupun banyak eks Astra pindah ke perusahaan produsen Timor dan Cakra, penjualan dua mobil tersebut tidak sesuai harapan. Stok menumpuk dan penjualan tidak seberapa bagus.

Tahun 1997 pemerintah menempatkan Bob Hasan sebagai presiden komisaris Astra International. Isu berhembus bahwa Astra akan di-BUMN-kan. Produk baru New Kijang diluncurkan dan sukses di pasar. Ternyata Juli 1997 krisis moneter dimulai yang membuat program mobnas terlupakan. Dalam krismon itu, hampir semua perusahaan Indonesia menderita termasuk Astra. Rini Suwandi yang mengambil alih posisi dirut setelah Teddy Rahmat pensiun meminta prinsipal Toyota dan Daihatsu ikut membantu. Prinsipal tidak sepenuhnya membantu. Akhirnya tahun 1998, Astra memutuskan untuk divestasi dari pabrikasi otomotif dan fokus ke distribusi. Astra survive dan berhasil melewati krisis.

Karena divestasi dari pabrikasi maka kontrol terhadap desain dan produksi melemah. Tahun 2005, Toyota Kijang versi Indonesia dihentikan dan diganti Toyota Innova. Di Indonesia, agar mudah diterima konsumen, Innova ditumpangkan ke merek Kijang menjadi Toyota Kijang Innova. Praktis desain Innova berasal dari Jepang 100%. Tamatlah Toyota Kijang Indonesia. Yang tinggal adalah divisi spare-part dan pelayanannya. Sementara Daihatsu Espass yang desainnya berasal dari Indonesia harus mengganti namanya, kembali ke tipe sebelumnya: Daihatsu Carry. Walau demikian, desain Espass tetap dipertahankan.

Itulah sekelumit cerita mobnas Indonesia. Silakan berkomentar.


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.