Rabu, 2 Maret 2011, siang hari saya memasuki rumah di kawasan Menteng. Cukup besar. Dipenuhi nuansa jawa dan kayu jati. Dinding dan interior rumah tertempel asesori Jawa. Ada lukisan orang berbaju keraton.
Itu rumah ibu Mooryati Soedibyo, pendiri Mustika Ratu.
Dia mengadakan acara bertemu muka dengan komunitas bisnis Tangan Di Atas. Dia berbagi cerita awal memulai perjalanan bisnisnya. Dia yang berlatar belakang priyayi dulunya sempat dihalangi berjualan karena akan melunturkan budaya keraton. Keluarga, kerabat, latar belakang pendidikan tidak mendukung dia.
Tapi dia tetap maju. Semangat pantang mundur.
Mulai bisnis di usia yang tidak muda. Mulai dari usaha rumahan berpegawai 2 orang. Sekarang menjadi 3500-an orang. Melewati hantaman krisis 1997-1998 dengan membuat produk baru untuk menerobos pasar Jepang. Menjadikan korporasinya milik publik. Menyerahkan kepemimpinan ke generasi kedua.
Di usia yang lebih dari 3/4 abad tapi masih sehat dan bersemangat dan tetap berkegiatan. Keanggotaan MPR sudah pernah dijalaninya. Sekarang menjadi anggota World Entrepreneurship Forum. Suatu pencapaian yang luar biasa yang dimulai dengan transformasi seorang priyayi dan sekarang menjadi entrepreneur berskala internasional.
Itu ibu Mooryati Soedibyo.
Ditulis oleh yudanto 

